Memberi Judul

Saat bersedih dan merasa tak ada yang  mengerti dirimu. Buatlah tulisannya, rangkai tiap diksiya dan jabarkan kesedihanmu seperti apa, lalu berilah judul “Bahagia”.

Saat bahagia  menghampiri, dan sejenak kau merasa terbang ke angkasa hingga terlena dengan rasanya. Buatlah tulisan, ciptakan aksara kebahagiaan dan tuturkanlah tiap inci rasa bahagiamu, lalu berilah judul “Bersyukur”.

Judul pertama adalah “Bahagia”. Mengapa ?

Karena kesedihan tak akan berlangsung lama, lalu seiring waktu, entah sadar atau tidak, lambat laun kesedihan akan terlupakan dan kebahagiaan akan datang.

Begitu pula dengan kebahagiaan, dia tak akan tinggal untuk selamanya.

Karena kesedihan dan kebahagiaan datangnya dari Sang Maha Kuasa, kita tak bisa mengelak atau menghindarinya, dan opsi yag mutlak adalah menjalaninya. Menikmati tiap waktu kesedihan dan kebahagiaan itu berlangsung. Kemudian melewatinya diambang waktu yang telah ditakarkan olehNya.

Judul kedua “Bersyukur”. Mengapa ?

Kesedihan dan kebahagiaan adalah dua hal yang mengikat erat tali perasaan.

Kesedihan dan kebahagiaan adalah dua kata antonim yang terlalu sering diucapkan para insan.

Kesedihan dan kebahagiaan adalah dua dari berjuta perasaan yang datang menyergap tak terarahkan.

Kesedihan dan kebahagiaan adalah dua rasa yang patut untuk diyukuri kehadirannya. Karena tanpa keduanya, takkan ada diri yang kuat. Takkan ada diri yang bersungguh-sungguh. Takkan ada diri yang tulus memberi. Takkan ada diri yang optimis bangkit kembali.

Maka jalanilah tiap alur keduanya.

Nikmatilah rangkaian skenario yang diciptakanNya.

Lewatilah semuanya dengan lapang karenaNya.

Dan, Syukurilah atas semua yang telah diberikanNya.

“Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?” QS. ar-Rahman (55) : 13

 

Sudahkah bersyukur hari ini ? 🙂